Inilah Manfaat dari Memakan Buah Jamblang

Inilah Manfaat dari Memakan Buah Jamblang

Inilah Manfaat dari Memakan Buah Jamblang – Seperti yang sudah banyak kita ketahui bahwa memakan buah merupakan salah satu cara yang tepat untuk membuat tubuh semakin sehat dan juga kuat. Nah banyak buah yang bisa menyehatkan tubuh loh. Salah satunya buah jamblang

Pohonnya bisa tumbuh hingga setinggi 30 meter dan dapat hidup lebih dari 100 tahun. Daunnya lebat, teduh, dan terkadang digunakan sebagai makanan ternak. Buahnya lonjong dengan warna hijau ketika masih mentah, lalu berubah menjadi hitam ketika sudah matang. Rasanya manis dan agak asam.

1. Menunjukkan aktivitas antikanker
Beberapa penelitian telah menunjukkan potensi buah jamblang (S. cumini) untuk memerangi kanker, seperti studi yang dalam jurnal Natural Product Sciences tahun 2007. Terbukti bahwa ekstrak kasarnya menunjukkan aktivitas sitotoksik yang kuat pada beberapa jenis sel kanker manusia.

Sementara itu, riset yang dipublikasikan dalam jurnal Ecancermedicalscience  tahun 2008 menunjukkan bahwa benefits of fruit ekstrak kasar buah jamblang mampu menghambat pertumbuhan dan menginduksi apoptosis pada sel kanker serviks. Apoptosis adalah kematian sel terprogram untuk mempertahankan kestabilan populasi sel.

Dalam bijinya, ditemukan tanin (meliputi asam ellagic, asam galat, ellagitannins, dan corilagen) serta komponen fenolik (seperti asam ferulic, asam caffeic, quercetin, dan veratrole). Terbukti, asam caffeic dan turunannya efektif melawan sel HL-60 (leukemia manusia). Sementara itu, asam ellagic menunjukkan aktivitas antikanker terhadap kanker kulit, pankreas, usus besar, dan kerongkongan.

2. Bisa membantu pengobatan diabetes
Sebelum penemuan insulin, jamblang adalah tanaman obat yang paling sering direkomendasikan sebagai terapi adjuvan untuk diabetes tipe 2. Terapi adjuvan adalah terapi tambahan (di luar terapi utama) untuk menghancurkan sel kanker mikroskopik yang mungkin masih ada.

Banyak laporan yang menunjukkan keberhasilan buah jamblang dalam mengurangi gejala diabetes tipe 2. Contohnya, dalam studi yang diterbitkan di Journal of Pharmacological Sciences tahun 2012. Ilmuwan menyelidiki apakah ekstrak biji jamblang (100, 200, dan 400 mg/kg berat badan) memberikan efek menguntungkan pada resistansi insulin, profil lipid serum, status antioksidan, dan/atau sel pankreas.

Hewan uji adalah tikus Wistar albino diabetes yang diberi diet tinggi lemak yang diinduksi streptozotocin. Hasilnya, dilihat dari pemeriksaan mikroskopis pankreas, terjadi perubahan mendekati kondisi normal setelah diberi ekstrak jamblang dengan dosis 400 mg/kg berat badan. Jadi, bisa disimpulkan bahwa ekstrak biji jamblang menunjukkan efek menguntungkan pada diabetes.

3. Bisa dijadikan pengawet alami
Mungkin sulit dipercaya, tetapi nyatanya jamblang atau juwet bisa dijadikan sebagai bahan pengawet alami dalam industri makanan atau farmasi. Ini berkat sifat antioksidan dan antibakteri yang terdapat pada ekstrak daun Syzygium cumini, mengacu pada penelitian dalam jurnal PLOS One tahun 2013.

Studi tersebut menyoroti komposisi kimia, aktivitas antioksidan, dan antibakteri dari minyak atsiri dan ekstrak kasar daunnya (dengan metanol dan metilen klorida). Hasilnya, aktivitas antibakteri serta kandungan total fenolat dan flavonoidnya lebih tinggi pada ekstrak daun dengan metanol dibandingkan ekstrak lainnya.