Gerakan Yoga untuk Pemula yang Dapat Dilakukan di Rumah

Gerakan Yoga untuk Pemula yang Dapat Dilakukan di Rumah

Stukhealth.net – Yoga kini menjadi salah satu olahraga pilihan yang banyak diminati. Anda yang tertarik dengan olahraga ini dapat mengikuti kelas yoga di pusat kebugaran atau mencobanya di rumah. Ada berbagai macam gerakan yoga untuk pemula yang bisa dipelajari dan dipraktikkan.

Gerakan yoga untuk pemula mungkin terlihat santai, namun perlu dilakukan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan. Ada beragam manfaat yoga yang bisa diperoleh, mulai dari mengurangi stres dan ketegangan, meningkatkan kelenturan dan keseimbangan, hingga mencegah dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan penyakit jantung. Beberapa gerakan yoga juga ada yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

♦ Gerakan Yoga untuk Pemula
Berikut beberapa gerakan yoga untuk pemula yang dapat dilakukan di rumah agar anda dapat menerapkan pola hidup yang sehat :

• Mountain
Meski tampak sederhana, gerakan yoga untuk pemula ini dapat memperbaiki postur dan keseimbangan tubuh. Untuk melakukan posisi ini, berdirilah secara tegak dan pastikan ke dua ujung ibu jari kaki saling menempel. Lalu, biarkan bagian tumit sedikit renggang dengan posisi tangan berada di samping. Busungkan dada hingga postur tubuh tampak ideal dan posisikan kepala dalam posisi tegak dengan posisi punggung dan panggul tetap relaks. Tahan sekitar 30 detik hingga 1 menit.

Baca Juga : Tips Bercinta Tahan Lama untuk Pria Secara Alami

• Tree
Gerakan ini bermanfaat untuk melatih keseimbangan dan kelenturan tubuh. Diawali dengan berdiri secara tegak, kemudian tempelkan kedua tangan di depan dada seperti pose sedang berdoa. Kemudian angkat salah satu kaki, lalu tempatkan telapak kaki di bagian paha dalam. Jika tidak dapat melakukan sekaligus, bantu menggunakan tangan untuk mengangkat pergelangan kaki. Jaga agar pinggul tetap seimbang. Tahan sekitar 30 detik, lalu lakukan secara bergantian antara kaki kiri dan kanan.

• Warrior
Posisi ini mampu melatih otot tubuh bagian bawah, sekaligus membangun stamina dan keseimbangan. Dikenal dua jenis posisi warrior. Untuk posisi pertama, berdirilah tegak dan rentangkan ke dua kaki. Putar pundak menghadap ke salah satu sisi, kiri atau kanan. Sesuaikan arah telapak kaki ke arahnya lalu tekuk lutut di kaki depan yang menghadap ke satu sisi ini sejauh 90 derajat. Sementara itu, kaki yang berada di bagian belakang dimiringkan pada posisi 45 derajat. Angkat tangan ke atas dengan menyatukan telapak tangan. Jaga posisi dada tetap tegak. Tahan sekitar 30 detik sampai 1 menit dan berganti
Pada posisi warrior berikutnya, posisi kaki sama dengan gaya warrior sebelumnya. Hanya saja, tangan direntangkan lurus ke sisi kiri dan kanan pundak dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Tahan selama 30 detik atau sampai 1 menit kemudian berganti sisi.

• Butterfly
Gerakan yoga untuk pemula berikutnya adalah butterfly. Gerakan butterfly bermanfaat untuk peregangan bagian tubuh punggung bawah, paha dalam, dan pinggul. Untuk melakukan pose butterfly, duduklah dengan posisi kaki lurus ke arah depan, kemudian lipat ke dua kaki. Pertemukan telapak kaki kanan dan kiri dan tekan ke arah paha dalam. Pegang telapak kaki dengan ke dua tangan dan rilekskan paha Anda secara perlahan hingga posisi lutut bisa semakin mendekat ke lantai. Tahan pose ini sekitar 1-2 menit.

• Downward facing dog
Pose gerakan yoga untuk pemula ini akan membuat tubuh membentuk segitiga. Manfaatnya mampu meregangkan tubuh bagian atas, lengan, dada, kaki, dan otot punggung. Untuk pose downward facing dog, Anda bisa memulai dengan posisi sebagaimana push up, hanya saja Anda harus menarik pinggul ke atas. Lalu perkuat posisi dengan menekan telapak tangan dan telapak kaki ke lantai untuk memantapkan posisi. Tarik napas, kemudian luruskan kaki. Lemaskan kepala, tempatkan di antara kedua lengan dan menunduk dengan pandangan ke arah kaki. Tahan sekitar 1-3 menit.

• Child’s pose
Posisi ini biasa dilakukan sebagai relaksasi dan peregangan bagian punggung. Sebagaimana namanya, gerakan tersebut dianggap sebagai posisi anak-anak. Dalam pose Downward Facing Dog, Anda hanya perlu menekuk lutut hingga menempel ke lantai. Begitupun dengan bagian dada, biarkan sedekat mungkin dengan lantai. Dada dan perut akan menyatu dengan paha depan Anda. Rentangkan ke dua tangan lurus ke depan, sementara kepala menunduk ke bawah. Lakukan sambil mengatur napas.

• Reclining spinal twist
Berbaring telentang, kemudian rentangkan ke dua tangan ke arah samping hingga membentuk huruf T. Kemudian tarik kaki kiri dan pinggang ke arah kanan, tekuk. Tempatkan telapak kaki kiri berada sejajar dengan lutut kanan. Wajah mengarah ke telapak tangan kanan, namun biarkan dada tetap mengarah ke depan. Tahan hingga 10 kali tarikan napas, kemudian ganti sisi.

Meski gerakan yoga untuk pemula terlihat mudah, Anda mungkin akan merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu saat mempraktikkannya. Mintalah bimbingan pelatih yoga mengenai gerakan yang tepat, agar terhindar dari cedera. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum mempraktikkan yoga.

Beragam Manfaat Dari Buah Tomat

Beragam Manfaat Dari Buah Tomat

Stukhealth.net – Walau sering disangka sayuran, ternyata tomat termasuk dalam kategori buah-buahan. Si buah yang biasanya berwarna oranye atau merah ini bisa dikonsumsi dalam berbagai cara. Manfaat tomat bagi kesehatan tubuh pun beraneka ragam, mulai dari mencukupi nutrisi tubuh hingga mencegah kanker.

Tomat mengandung antioksidan alami bernama likopen (lycopene). Zat ini dapat membantu memerangi efek radikal bebas penyebab kanker. Antioksidan lain yang terdapat pada tomat yaitu polifenol, naringenin, dan chlorogenic acid. Selain itu, tomat rendah kalori dan lemak, namun kaya akan karotenoid, lutein, gula, vitamin A, vitamin C, folat, dan kalium. Tak heran jika manfaat tomat juga melimpah ruah.

♦ Berbagai Manfaat Tomat bagi Kesehatan Tubuh
Berikut ini beberapa manfaat tomat yang dipercaya bisa mencegah bahkan meringankan gejala penyakit tertentu, di antaranya:

• Mencegah kanker
Karena mengandung antioksidan seperti likopen, karotenoid, dan polifenol, tomat dapat membantu mencegah kerusakan DNA di dalam sel akibat radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker. Karenanya, manfaat tomat diduga berperan dalam mencegah berbagai kanker berbahaya, seperti kanker prostat, kanker kolorektal, lambung, mulut, paru-paru, payudara, dan kandung kemih. Namun, asumsi tersebut masih membutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut karena berbagai penelitian yang dilakukan sejauh ini masih menunjukkan data yang belum konsisten.

• Menurunkan tekanan darah tinggi
Manfaat tomat lainnya berasal dari kandungan kaliumnya. Meningkatkan asupan kalium serta mengurangi natrium (garam) sangat penting untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tomat dan mengurangi asupan garam dalam pola makan sehari-hari mampu mengurangi tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi yang ringan.

• Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manfaat tomat terkait erat dengan kesehatan jantung dan menurunkan faktor risiko penyakit jantung. Kandungan kalium dan likopennya efektif menurunkan kadar kolesterol buruk atau LDL dan membantu menjaga kestabilan irama jantung. Nutrisi pada tomat juga terbukti dapat mengurangi peradangan yang terkait dengan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke, terutama pada orang dengan obesitas.

• Menjaga kesehatan kulit
Menurut sebuah penelitian, likopen diduga mampu meningkatkan kemampuan kulit untuk melindungi diri dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya dan membantu menjaga kulit tampak awet muda. Selain itu, kandungan vitamin C dalam tomat juga berfungsi sebagai perangsang kolagen dan antioksidan yang membantu mencegah kerusakan kulit, rambut, dan kuku oleh sinar matahari, polusi dan asap. Tomat juga membantu dalam mencegah kerutan halus dan memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan.

• Memelihara kesehatan mata
Tomat mengandung berbagai nutrisi penting untuk melindungi kesehatan mata. Manfaat tomat yang mengandung antioksidan lutein, zeaxanthin, dan karotenoid dapat membantu mengurangi gejala mata lelah, dan mengurangi risiko penyakit mata terkait penuaan, seperti degenerasi makula.

Baca Juga : Beberapa Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

• Baik untuk penderita diabetes
Tomat merupakan sumber serat yang baik bagi tubuh, serta rendah lemak dan gula. Karena manfaat tomat dari kandungan nutrisinya yang melimpah dan merupakan makanan dengan indeks glikemik rendah, maka tidak salah jika tomat dianggap sebagai makanan yang baik untuk penderita diabetes.

• Mencegah depresi
Manfaat tomat dari kandungan nutrisinya juga diduga berperan dalam mengurangi risiko depresi. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang mengonsumsi tomat setiap minggu lebih jarang mengalami depresi. Akan tetapi efek tomat ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

• Mencegah sembelit
Mengonsumsi makanan dengan kandungan air dan serat tinggi, seperti tomat, dapat membantu melancarkan buang air besar, menurunkan risiko sembelit, dan mencegah dehidrasi.

• Menjaga berat badan
Tomat yang rendah kalori, karbohidrat dan lemak, namun kaya akan nutrisi lain, memiliki manfaat dalam menjaga berat badan. Manfaat tomat yang satu ini penting untuk Anda yang sedang menurunkan berat badan, karena berbagai kandungan gizi dalam buah tomat dapat mencukupi kebutuhan nutrisi pada saat diet.

Berbagai manfaat tomat tersebut memang masih membutuhkan penelitian dan bukti lebih lanjut. Namun, jangan ragu untuk menambahkan tomat ke dalam menu makanan sehari-hari Anda, karena buah tomat mengandung banyak nutrisi penting.

Manfaat Dari Jahe Bagi Kesehatan

Manfaat Dari Jahe Bagi Kesehatan

Stukhealth.net – Jahe merupakan tanaman herba yang kerap dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kondisi, mulai dari mual, batuk, nyeri sendi, hingga nyeri akibat terapi kanker. Namun jika ditinjau dari segi medis, setidaknya ada lima manfaat jahe yang baik bagi tubuh.

Jahe memiliki senyawa kimia yang dipercaya bisa bereaksi positif di dalam lambung dan usus hingga mampu mengurangi mual dan nyeri. Senyawa tersebut juga diduga bisa bekerja baik di otak dan sistem saraf guna meredam rasa mual. Di samping itu, masih banyak manfaat jahe untuk kesehatan yang bisa kita dapatkan.

Manfaat Jahe bagi Kesehatan Tubuh
Berikut lima kondisi yang diyakini dapat diatasi dengan mengonsumsi jahe:

1. Meredakan Pusing
Pusing bisa membuat Anda kehilangan keseimbangan, penglihatan seperti berkunang-kunang, dan mungkin disertai oleh mual. Gejala pusing yang diikuti mual diduga bisa diredakan dengan mengonsumsi jahe.

2. Mengurangi nyeri menstruasi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe bisa membantu mengurangi gejala nyeri menstruasi. Khasiat jahe sepertinya dapat disamakan dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat . Bagi wanita yang sering merasa nyeri saat menstruasi, bisa coba mengonsumsi ekstrak jahe sebanyak kurang lebih 500 – 2000 mg, selama tiga hari di awal menstruasi.

3. Mencegah morning sickness
Kondisi mual dan muntah akibat morning sickness kerap dialami oleh wanita di awal masa kehamilan. Untungnya, mual dapat dikurangi dengan mengonsumsi jahe. Namun ingat, ibu hamil tidak boleh sembarang mengonsumsi obat, termasuk herba dan obat-obatan tradisional. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi jahe.

Baca Juga : Apakah Mengonsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Mencegah COVID-19

4. Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah kondisi nyeri sendi atau kekakuan sendi yang disebabkan oleh cedera, obesitas, dan penuaan sendi. Menurut sejumlah penelitian, rasa sakit akibat kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi ekstrak jahe. Tidak hanya melalui mulut, pijat menggunakan minyak terapi yang mengandung jahe dan jeruk juga dapat mengurangi kekakuan sendi dan nyeri akibat osteoarthritis.

5. Mengurangi rasa mual dan muntah usai operasi
Mengonsumsi jahe satu jam sebelum operasi diduga bisa mengurangi rasa mual dan muntah selama 24 jam pasca operasi. Selain dikonsumsi melalui mulut, mengoleskan minyak jahe juga diduga bisa mencegah mual

Apakah Anda pernah mendengar klaim yang menyatakan bahwa jahe dapat mencegah mabuk darat dan laut? Menurut pengalaman beberapa orang, mengonsumsi jahe sebelum bepergian bisa membuat mereka merasa lebih baik. Tapi sayangnya efektivitas jahe dalam mengatasi mabuk darat dan laut belum dibuktikan kebenarannya secara medis. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan khasiatnya. Begitu pula dengan klaim manfaat jahe yang berkaitan dengan penurunan berat badan.

Perlu diperhatikan, ada beberapa kalangan yang harus berhati-hati atau sebaiknya tidak mengonsumsi jahe. Mereka adalah ibu hamil dan menyusui, penderita diabetes, penderita sakit jantung, serta orang yang memiliki gangguan pembekuan darah. Walau jahe diduga aman untuk dikonsumsi oleh kebanyakan orang, namun tetap ada efek samping ringan yang dapat ditimbulkan, seperti diare, rasa tidak nyaman di perut, dan nyeri ulu hati. Jika dioleskan pada kulit, kemungkinan jahe bisa menyebabkan iritasi.

Dari segi medis, manfaat jahe memang belum ada yang benar-benar terbukti efektif. Ada baiknya untuk mengonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi zat apa pun yang ditujukan untuk pengobatan, maupun sebagai pendamping pengobatan.

Apakah Mengonsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Mencegah COVID-19

Apakah Mengonsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Mencegah COVID-19

Stukhealth.net – Penyakit COVID-19, termasuk pencegahan dan pengobatannya, tengah menjadi perbincangan yang marak di masyarakat. Akhir-akhir ini, bahkan muncul kabar bahwa jahe dan bawang putih bisa mencegah penularan penyakit ini. Lantas, apakah hal tersebut benar?

Hingga saat ini, COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 85 ribu orang dari berbagai negara. Gejala ringan yang disebabkan oleh virus ini bisa menyerupai gejala flu, seperti nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, batuk, dan demam.

Sejak ada 2 warga Indonesia yang dilaporkan positif terinfeksi virus Corona, muncul kekhawatiran mengenai penularan penyakit ini di Indonesia. Akibatnya, banyak orang mencari cara untuk melindungi diri dari infeksi ini. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi jahe dan bawang putih.

Bisakah Jahe dan Bawang Putih Menangkal COVID-19?
Bawang putih memang mengandung senyawa yang memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Bahkan, bumbu yang berbau khas ini dipercaya dapat meningkatkan kerja sel darah putih dalam memerangi virus penyebab batuk dan pilek.

Selain itu, rutin mengonsumsi beberapa siung bawang putih per hari juga dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah, serta menurunkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Walaupun begitu, belum ada bukti bahwa konsumsi bawang putih bisa mencegah COVID-19.

Baca Juga : Cara Atasi Nyeri Leher Akibat Terlalu Lama di Depan Komputer

Jahe mengandung senyawa aktif bernama gingerol yang diduga bisa melawan respiratory syncytial virus penyebab infeksi saluran pernapasan. Rempah yang memiliki rasa agak pedas ini juga terbukti memiliki efek antiradang dan antioksidan.

Penggunaan jahe pada ibu hamil telah terbukti dapat mengurangi mual. Selain itu, jahe juga diduga dapat mengurangi rasa nyeri pada radang sendi maupun menstruasi, serta meredakan dispepsia.

Namun, sama halnya dengan bawang putih, belum ada bukti bahwa jahe bisa mencegah atau mengatasi infeksi virus Corona.

Pencegahan COVID-19 yang paling efektif adalah dengan mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona, dan menjaga daya tahan tubuh.

Tidak ada salahnya jika kamu ingin mengonsumsi bawang putih dan jahe. Selain bisa meningkatkan daya tahan tubuh, kedua bumbu ini juga bisa menambah cita rasa makananmu.

Walaupun begitu, ingat bahwa bawang putih dan jahe belum terbukti dapat mencegah infeksi virus Corona, apalagi menyembuhkannya. Bila kamu mengalami gejala-gejala flu, seperti batuk, pilek, dan demam, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat, ya.

Apakah Green Coffe Bermanfaat Untuk Kesehatan

Apakah Green Coffe Bermanfaat Untuk Kesehatan

Stukhealth.net – Banyak cara dilakukan penderita obesitas demi mengatasi masalah kelebihan berat badan. Selain pengobatan secara medis, terapi dan konsumsi obat-obatan herbal juga sering dipilih, termasuk penggunaan green coffee yang diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Biji green coffee bukan berarti biji dari kopi yang berwarna hijau, melainkan biji dari buah kopi yang belum dipanggang. Biji green coffee memiliki tingkat asam klorogenat (CGA) yang tinggi dan diklaim memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan berat badan.

• Penelitian Mengenai Green Coffee
Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa CGA bisa memberikan efek antidiabetes yang berkaitan dengan efek perbaikan resistensi insulin, efek antiobesitas yang ditunjukkan dengan adanya penurunan lingkar perut subyek, dan efek antilipidemia yang ditunjukkan oleh adanya penurunan kadar lemak darah.

Di samping itu, penelitian dengan memberikan CGA kepada hewan juga menunjukkan penurunan risiko terjadinya sejumlah penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan, seperti penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), penyakit hati, serta kanker.

Pada penelitian yang dilakukan pada manusia, pemberian ekstrak green coffee memberikan efek perbaikan pada orang dengan tekanan darah tinggi sistolik, resistensi insulin, dan obesitas di perut. Sebagai tambahan, pemberian ekstrak green coffe juga dapat menurunkan nafsu makan.

Meski begitu, hasil penelitian di atas masih perlu diuji lebih lanjut guna membuktikan manfaat green coffee untuk diet dan kesehatan tubuh, termasuk efektivitas, dosis yang optimal, serta tingkat keamanannya.

• Perbedaan Green Coffee dengan Kopi Biasa
Dalam proses pembuatannya, green coffee tidak melalui proses pemanggangan yang dapat merusak kandungan kimia yang bermanfaat bagi tubuh. Hal inilah yang membuat kandungan CGA di dalam green coffee lebih banyak daripada kopi biasa.

Menurut penelitian, sekitar 45–54% kandungan CGA kopi rusak jika dipanggang dengan suhu 230°C selama 12 menit. Selain itu, lebih dari 99% kandungan CGA kopi hilang jika dipanggang dengan suhu tinggi, misalnya pada City Roast dengan suhu 250°C dalam waktu 17 menit atau pada French Roast dengan suhu 250°C dalam waktu 21 menit.

Proses penyeduhan kopi juga memengaruhi kandungan CGA. Penelitian yang sama mengungkapkan bahwa kopi yang tidak disaring mempunyai kandungan CGA yang lebih banyak daripada kopi yang disaring. Selain itu, ditemukan juga bahwa jumlah ikatan kimia CGA pada kopi espresso lebih banyak daripada kopi yang disaring.

• Efek Samping Green Coffee
Meski memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan dan penurunan berat badan, green coffee juga berisiko menimbulkan efek samping. Seperti kopi pada umumnya, green coffee mengandung kafein yang dapat menyebabkan insomnia, gugup dan gelisah, sakit perut, mual, muntah, serta peningkatan denyut jantung dan laju pernapasan.

Agar aman, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin mengonsumsi green coffee sebagai suplemen pendamping program penurunan berat badan. Selain agar terhindar dari risiko efek samping, konsultasi dengan dokter dapat membuat program penurunan berat badan Anda lebih efektif.