Cara Efektif Agar Tidak Tertular Virus Corona

Cara Efektif Agar Tidak Tertular Virus Corona

Stukhealth.net – Coronavirus telah menyerang ribuan orang di berbagai negara dan menelan ratusan korban jiwa. Agar tidak terkena penyakit infeksi yang sedang mewabah ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).

Infeksi virus Corona yang disebut COVID-19 ini pertama kali terjadi di kota Wuhan, China dan sekarang telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

♦ Langkah Mencegah Penularan Virus Corona
Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona adalah:

➢ 1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.

Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

➢ 2. Menggunakan masker
Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.

Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

Baca Juga : Tips Cara Untuk Membersihkan Paru Paru Perokok Pasif

➢ 3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

➢ 4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.

➢ 5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.

Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Tips Cara Untuk Membersihkan Paru Paru Perokok Pasif

Tips Cara Untuk Membersihkan Paru Paru Perokok Pasif

Stukhealth.net – Meski hanya kebagian menghirup asapnya saja, perokok pasif juga sama berisikonya dengan para perokok aktif. Maka jika Anda adalah satu dari sekian orang perokok pasif, ayo cari cara bagaimana membersihkan paru-paru dari asap rokok! Jangan sampai kesehatan Anda memburuk karena mengabaikan hal ini dan menganggapnya sepele.

♦ Cara membersihkan paru-paru perokok pasif
Membersihkan paru-paru penting jika Anda merasa menjadi perokok pasif. Pasalnya, asap rokok bisa merusak paru-paru secara perlahan tapi pasti.

Perokok pasif berisiko tinggi mengalami berbagai masalah pernapasan kronis, dari mulai asma hingga penyakit paru obstruktif kronis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), paparan polusi udara termasuk asap rokok mengakibatkan 4,2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Untuk itu sebagai perokok pasif, jangan tunda lagi untuk membersihkan paru-paru dengan cara sebagai berikut :

➢ 1. Olahraga teratur
Olahraga teratur membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental seseorang. Selain itu, olahraga yang teratur juga mengurangi risiko banyak kondisi kesehatan, termasuk stroke dan penyakit jantung.

Olahraga memaksa otot untuk bekerja lebih keras yang bisa meningkatkan laju pernapasan tubuh. Dengan begitu, pasokan oksigen ke otot juga akan lebih besar.

Selain itu, olahraga juga membantu meningkatkan sirkulasi tubuh. Hal ini membuat tubuh mendapatkan cukup oksigen termasuk jantung, paru-paru, dan otot. Jika dilakukan dengan rutin, cara ini bisa membantu membersihkan paru-paru para perokok pasif.

Lantas, apakah orang yang menderita masalah pernapasan kronis tetap perlu olahraga? Tentu saja! Justru olahraga teratur membantu meningkatkan kesehatan pernapasan. Akan tetapi, konsultasikan terlebih dahulu ke dokte rmengenai jenis olahraga yang boleh dan tidak boleh.

➢ 2. Menjaga kebersihan udara di rumah
Rumah menjadi tempat istirahat dan menghabiskan waktu yang paling lama. Oleh karena itu, menjaga udara di dalam ruangan tetap bersih menjadi hal penting yang perlu dilakukan.

Rutinlah memvakum atau menyapu ruangan. Jangan lupa untuk rajin mengepel ruangan satu hari sekali untuk memastikan tidak ada debu yang menumpuk.

Bersihkan juga semua ventilasi di rumah seperti yang ada di kamar dan kamar mandi. Jangan lupa juga untuk membersihkan AC dan kipas angin secara rutin agar udara yang keluar tetap bersih.

Usahakan untuk tidak menggunakan pewangi atau pengharum ruangan. Pasalnya, wewangian ini penuh dengan bahan kima berbahaya yang bisa mengiritasi paru-paru Anda. Selain itu yang tak kalah penting pastikan juga untuk melarang siapa pun baik keluarga maupun tamu untuk merokok di dalam rumah.

Baca Juga : Beberapa Dari Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan

➢ 3. Sering-sering menghirup udara segar
Udara segar adalah udara yang kadar polusinya rendah dan biasanya terdapat di area hijau. Area atau lahan yang ditumbuhi pepohonan umumnya memiliki kadar polusi yang lebih rendah dan lebih sehat untuk dihirup.

Menghirup banyak udara segar bisa membantu memperluas jaringan di paru-paru agar bekerja dengan baik. Namun sayangnya, saat ini lahan terbuka hijau yang ada di perkotaan pun kerap memiliki kadar polusi yang tinggi.

Untuk mendapatkan udara yang masih segar, sesekali Anda bisa meluangkan waktu pergi ke daerah dataran tinggi atau pegunungan. Biasanya kualitas udara di pegunungan masih alami dan segar sehingga sehat untuk paru-paru. Cara ini akan membantu membersihkan paru-paru Anda sebagai perokok pasif.

➢ 4. Mengonsumsi antioksidan
Antioksidan adalah senyawa penangkal radikal bebas yang salah satunya bersumber dari asap rokok. Selain menangkal radikal bebas, antioksidan juga membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Sebagai perokok pasif tanpa disadari mungkin paru-paru Anda mengalami berbagai masalah. Salah satunya yang ditandai dengan sulit bernapas sehingga dada terasa berat dan sesak. Untuk membantu meringankan peradangan di dalam tubuh, konsumsilah berbagai makanan dan minuman yang mengandung antioksidan seperti:

• Teh hijau
• Sayuran hijau
• Kunyit
• Kacang kenari
• Minyak zaitun
• Ceri
• Stroberi
• Apel

Mengatur ulang pola makan dengan cara makan makanan yang lebih sehat membantu membersihkan paru-paru perokok pasif. Cara ini juga membantu mencegah peradangan yang sudah ada agat tak semakin parah.

➢ 5. Minum banyak air
Minum banyak air akan membantu menghidrasi tubuh dan membuang racun serta zat kimia yang ada di dalam sel termasuk paru-paru. Selain itu, minum banyak air juga membantu Anda menjadi lebih energik.

Oleh karenanya, minumlah 8 sampai 12 gelas air per harinya. Anda bisa menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air agar lebih nikmat dan manfaatnya lebih banyak.

➢ 6. Sering latihan pernapasan dalam
Untuk meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru, cobalah lakukan latihan pernapasan dalam. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chest menemukan bukti bahwa pernapasan dalam setelah operasi jantung membantu menyehatkan paru.

Teknik pernapasan yang satu ini membawa lebih banyak oksigen dan mempercepat penyembuhan. Mengampil napas panjang, lambat, dan dalam akan membantu menyehatkan paru. Tak hanya itu, teknik juga juga membantu menyalurkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh.

➢ 7. Taruh tanaman di dalam rumah
Menaruh tanaman di dalam rumah bisa jadi cara yang Anda coba untuk membersihkan paru-paru jika Anda adalah perokok pasif. Tanaman memproduksi oksigen, zat vital yang dibutuhkan manusia untuk bernapas. Tak hanya itu, tanaman juga membantu menyaring racun di udara yang ada di dalam rumah.

Namun, ketika menaruh tanaman di dalam rumah, pastikan ia mendapat cukup sinar matahari. Jika tidak, tanaman justru akan menghirup oksigen, bukan justru memproduksinya. Akibatnya, oksigen yang seharusnya Anda konsumsi akan berkurang karena tanaman ikut menghirupnya.

Menurut International Association of Certified Home Inspectors, sebuah penelitian di India menemukan bukti konkret menaruh tanaman di dalam ruangan dapat membantu mengurangi iritasi mata, masalah pernapasan, dan sakit kepala.

Beberapa Dari Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Beberapa Dari Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Stukhealth.net – “Ingin lebih sehat? Ganti minyak goreng Anda dengan minyak zaitun.” Pasti Anda sudah sering mendengarnya, bukan? Selama ini minyak zaitun atau olive oil kerap dianggap sebagai minyak tersehat yang memiliki banyak sekali manfaat. Tidak heran jika harganya pun berbeda jauh dari minyak goreng biasa.

Anggapan itu tidak salah. Dari segi medis, minyak zaitun mungkin berkhasiat mengatasi dan mencegah penyakit-penyakit tertentu. Misalnya kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes, arthritis, dan bahkan obesitas.

Minyak Zaitun Lebih Sehat Dibanding Minyak Kelapa
Minyak zaitun atau olive oil adalah minyak alami yang diekstraksi dari buah zaitun. Sekitar 24 persen minyak zaitun terdiri dari lemak jenuh, omega 6, dan asam lemak omega 3. Namun asam lemak terbanyak di dalam minyak zaitun adalah asam oleat yang sangat sehat. Asam oleat diyakini dapat membantu mengurangi peradangan.

Olive oil memiliki lebih banyak lemak baik, dibanding dengan minyak kelapa murni. Satu sendok makan minyak zaitun mengandung sekitar 11 gram lemak tak jenuh tunggal dan 1 gram lemak tak jenuh ganda. Sementara satu sendok makan minyak kelapa murni mengandung 0,1 gram lemak tak jenuh tunggal dan 0,25 gram lemak tak jenuh ganda. Bahkan, olive oil dikatakan memiliki 5 sampai 10 kali jumlah lemak baik yang diperlukan oleh tubuh Inilah beragam manfaat minyak zaitun bagi kesehatan , di antaranya:

• Kolesterol tinggi
Manfaat minyak zaitun yang banyak diketahui masyarakat adalah bisa menurunkan kolesterol. Minyak zaitun mengandung campuran antioksidan yang dapat menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL), namun tetap mempertahankan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh Anda. Jika Anda ingin mencoba menurunkan kolesterol dengan minyak zaitun, Anda bisa mengonsumsi dua sendok makan minyak zaitun tiap hari. Anda juga bisa mencampurkannya dengan salad atau menggunakannya untuk menumis sayuran.

• Penyakit jantung Penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol dalam minyak zaitun berperan dalam mencegah penyakit jantung. Mengonsumsi sekitar empat sendok makan minyak zaitun tiap hari disebut bisa mencegah terjadinya serangan jantung.

• Tekanan darah tinggi Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terbiasa menjalani diet mediterania selama 4 tahun memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Data ini mendukung manfaat minyak zaitun yang dapat membantu mengontrol tekanan darah pada mereka yang berisiko terkena penyakit jantung.

• Pencegahan Kanker Pola makan sehat dengan menambah asupan minyak zaitun dapat meningkatkan kadar antioksidan di dalam tubuh. Hal ini kemudian bisa berdampak baik dalam pencegahan kanker. Tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menelusuri manfaat minyak zaitun pada pencegahan kanker.

• Mencegah terjadinya stroke Sebagian orang yang mengonsumsi minyak zaitun, rupanya memiliki risiko terkena stroke jauh lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengonsumsi olive oil.

• Menghindari obesitas Selain itu, olive oil rupanya tidak menambah berat badan dan dapat mencegah obesitas. Kandungan antioksidan yang tinggi pada olive oil dapat membantu pengolahan lemak dalam tubuh yang bisa berdampak baik dalam menjaga berat badan.

Selain kondisi yang telah disebutkan di atas, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat minyak zaitun dalam menangani kondisi seperti:

• Diabetes.
• Migrain.
• Kanker ovarium.
• Psoriasis.
• Infeksi jamur.
• Eksim.
• Osteoarthritis.
• Rheumatoid arthritis.
• Kurap.
• Rambut kering dan rontok.

Perhatikan penggunaan minyak zaitun bagi penderita diabetes, ibu hamil dan menyusui, serta yang ingin menjalani operasi. Sebaiknya hindari konsumsi minyak zaitun pada kondisi-kondisi tersebut.

Baca Juga : Beberapa Manfaat Air Garam Yang Perlu Anda Ketahui

Jenis-jenis Minyak Zaitun
Minyak zaitun dikelompokkan berdasarkan proses ekstraksi dan kadar keasamannya.

• Jenis minyak zaitun terbaik adalah extra virgin olive oil. Jenis ini diekstrak langsung dari buah zaitun. Proses ekstrak hanya melalui perasan. Jadi extra virgin didapat dari perasan pertama buah zaitun. Kadar keasaman extra virgin hanya 1 persen.
• Lalu ada jenis minyak zaitun virgin. Jenis ini juga didapat dari perasan pertama buah zaitun dan memiliki kadar asam 3 persen.
• Selanjutnya ada jenis fino. Jenis ini didapat dari campuran extra virgin dan virgin.
• Ada pula minyak zaitun yang diperoleh dari kombinasi minyak zaitun jenis virgin yang telah diolah dan extra virgin. Jenis ini dinamakan pure.
• Jenis terakhir adalah light. Jenis ini telah melalui proses saring yang hasilnya memengaruhi warna minyak zaitun.

Untuk memastikan kualitas minyak zaitun, Anda bisa mencobanya dengan cara menelan beberapa sendok makan minyak zaitun. Minyak zaitun berkualitas tinggi akan memberi rasa sedikit pedas setelah dicicipi. Minyak zaitun (kecuali extra virgin) bisa dipakai untuk menumis atau memanggang. Lebih baik gunakan minyak zaitun langsung pada makanan seperti menambahkannya pada sayuran selayaknya membuat salad. Kandungan polifenol pada minyak zaitun dapat rusak jika dipanaskan dalam suhu yang terlalu tinggi.

Berapa Lama Minyak Zaitun Bisa Digunakan?
Ada produk minyak zaitun yang bertahan tiga bulan dari proses produksi. Namun ada juga yang bisa bertahan hingga dua tahun. Meski begitu, manfaatnya akan lebih baik jika Anda habiskan tidak lebih dari setahun. Menurut penelitian, kadar antioksidan pada minyak zaitun akan turun drastis setelah disimpan selama setahun, meski Anda telah menyimpannya dengan baik dan benar.

Untuk mendapatkan manfaat minyak zaitun hingga maksimal, sebaiknya Anda membeli minyak zaitun yang kira-kira bisa habis dalam setengah tahun. Simpan kemasan di tempat yang gelap, jauhkan dari cahaya, dan hindari dari hawa panas. Disarankan disimpan pada botol kaca hitam. Pastikan olive oil tidak berubah warna dan berbau ketika Anda gunakan.

Pada saat membeli minyak zaitun, pastikan produk yang Anda beli telah terdaftar di BPOM RI. Perhatikan pula tanggal produksi pada kemasan untuk mengetahui batas pemakaian minyak zaitun.

Beberapa Manfaat Air Garam Yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Manfaat Air Garam Yang Perlu Anda Ketahui

Stukhealth.net – Dengan rasa asin, air garam ternyata memberikan khasiat mengobati atau meredakan berbagai masalah kesehatan tubuh. Air garam dapat membantu meredakan sinusitis, meredakan nyeri saat gigi tanggal, hingga mengatasi kutu air.

Dalam ilmu kedokteran, air garam atau larutan garam adalah ungkapan umum yang mengacu pada larutan atau campuran natrium klorida (NaCl), alias garam dengan air.

Beragam Manfaat Air Garam untuk Kesehatan
Salah satu manfaat air garam adalah mengatasi hidung tersumbat dan sinus yang bisa disebabkan oleh pilek, flu, atau alergi. Mencuci hidung dengan air garam membantu menjaga saluran hidung terbuka, menghilangkan lendir kental atau yang sudah mengering, membersihkan sinus, mencegah penyebaran infeksi dan membuat hidung terasa lebih nyaman Selain itu, manfaat air garam lainnya yang bisa diambil antara lain:

• Luka gigi dan mulut
Manfaat air garam sendiri dapat meredakan nyeri dan mempercepat proses penyembuhan ketika gigi Anda tanggal, mengalami perdarahan di mulut, lidah tergigit atau gigi rusak. Air garam juga bisa digunakan sebagai obat gusi berdarah. Untuk menggunakannya, masukkan 1 sendok teh garam ke dalam 1 cangkir air hangat, aduk hingga larut. Kemudian, berkumur dengan larutan air garam tersebut segera setelah makan. Selain itu, disarankan untuk menemui dokter gigi guna mendapatkan penanganan yang tepat.

• Sakit tenggorokan
Sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh virus atau bakteri, dan biasanya akan terasa jika Anda menelan. Untuk perawatan atau pengobatan sementara di rumah, Anda bisa berkumur dengan larutan air garam. Campur 1 sendok teh garam meja dan satu gelas air hangat. Anda bisa melakukan cara ini sambil menjalani pengobatan dari dokter untuk membantu pemulihan. Metode ini juga bisa dilakukan sebagai salah satu cara mengobati amandel di rumah.

• Kutu air
Kutu air adalah infeksi jamur menular pada kulit kaki dan dapat menyebar ke kuku kaki dan terkadang tangan. Selain ditangani dengan obat resep dari dokter, dapat dilakukan perawatan untuk infeksi jamur kaki ini. Caranya, rendam kaki Anda dalam larutan air garam atau cuka encer guna membantu mengeringkan lecet.

Baca Juga : Pahami Fobia Ketinggian dan Cara Mengatasinya

• Menghilangkan kotoran telinga
Kotoran telinga yang menumpuk dapat menyebabkan kerusakan gendang dan saluran telinga, bahkan hingga memengaruhi pendengaran. Jika penumpukan kotoran telinga menimbulkan masalah, dokter bisa membersihkan dengan menyemprotkan air atau larutan garam ke telinga dengan lembut dan menggunakan alat khusus. Aliran air atau larutan garam yang disemprot dengan alat dan cara khusus ini akan mendorong kotoran telinga keluar. Hasilnya, telinga pun akan bersih dari kotoran. Namun berhati-hati jangan lakukan cara ini sendiri tanpa pengawasan tenaga medis.

• Tindikan (piercing)
Setelah anggota tubuh ditindik, penting untuk menjaga daerah tersebut bersih dan kering. Disarankan membersihkan luka tindikan baru dengan larutan air garam yang terdiri dari 1/4 sendok teh garam dan 1 cangkir air hangat. Bersihkan dua kali sehari setelah mandi. Selain itu, Anda bisa mengompresnya menggunakan kapas bersih. Namun, jangan berlebihan membasuh luka tindikan karena dapat membuat kulit iritasi dan menunda proses penyembuhan. Jika muncul tanda-tanda alergi atau iritasi, segera periksakan ke dokter.

Selain manfaat di atas, air garam juga dapat digunakan untuk perawatan kulit wajah. Meski ada berbagai manfaat air garam, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, tiap pengobatan kemungkinan akan memberikan reaksi yang berbeda pada setiap orang.

Pahami Fobia Ketinggian dan Cara Mengatasinya

Pahami Fobia Ketinggian dan Cara Mengatasinya

Stukhealth.net – Fobia ketinggian atau akrofobia merupakan ketakutan yang berlebihan terhadap ketinggian. Rasa takut yang dialami penderita fobia ketinggian dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti kecemasan, stres, hingga panik, saat berada di tempat tinggi. Meski tidak mudah, fobia ketinggian sebenarnya dapat diatasi.

Seseorang yang menderita fobia ketinggian biasanya akan menghindari kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan tempat tinggi, seperti berdiri di balkon, melintasi jembatan, melihat keluar jendela dari gedung pencakar langit, atau hanya sekadar duduk di bangku stadium.

♦ Gejala Fobia Ketinggian
Penderita fobia ketinggian bisa merasakan ketakutan, kecemasan, dan panik yang tidak terkontrol saat berada di ketinggian, meskipun situasinya tidak berbahaya. Reaksi-reaksi lain yang juga dapat muncul adalah gemetaran, dada berdebar, pusing, berkeringat dingin, mual, sesak napas, hingga pingsan.

Hanya dengan membayangkan berada di tempat tinggi saja, penderita fobia ketinggan dapat merasa takut, cemas, bahkan mengalami serangan panik. Penderita fobia ketinggian sebenarnya menyadari bahwa rasa takut yang dirasakannya tidaklah wajar, tapi mereka tetap tidak dapat meredam rasa takut tersebut.

♦ Cara Mengatasi Fobia Ketinggian
Rasa takut akibat fobia ketinggian bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Pada kondisi yang cukup parah, memanjat tangga untuk memasang tirai, mengganti lampu bohlam, atau membersihkan jendela saja sudah membuat penderitanya ketakutan.

Jika sudah demikian, kondisi ini tentu perlu mendapatkan penanganan. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan untuk mengatasi fobia ketinggian :

➢ 1. Terapi paparan
Terapi paparan dianggap sebagai salah satu terapi yang paling efektif untuk mengatasi fobia ketinggian. Dalam terapi ini, terapis akan membantu pasien untuk membuka diri secara perlahan terhadap hal yang ditakuti.

Terapi ini bisa dimulai dengan melihat gambar dari sudut pandang seseorang di dalam gedung tinggi. Pasien juga mungkin diminta menonton video orang-orang yang melintasi tali, mendaki, atau melintasi jembatan sempit.

Selanjutnya, pasien mungkin diminta berdiri di balkon sambil ditemani oleh terapis. Pada tahap ini, pasien akan belajar teknik relaksasi untuk membantu mengatasi rasa takut ketika berada di ketinggian.

Baca Juga : Tips Menerapkan Gaya Hidup Sehat

➢ 2. Terapi perilaku
Terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy/CBT) adalah salah satu teknik psikoterapi yang paling umum dilakukan untuk mengatasi fobia. CBT cocok bagi penderita fobia ketinggian yang belum siap menjalani terapi paparan.

Fokus terapi ini adalah mengidentifikasi dan mengubah pikiran serta reaksi negatif terhadap situasi yang menyebabkan fobia. Dengan menjalani terapi perilaku, pasien akan dibimbing untuk mengalihkan perasaan takut dan mengatasi gejala yang muncul.

➢ 3. Obat penenang
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan fobia. Namun beberapa jenis obat, seperti obat pereda cemas dan antidepresan, setidaknya mampu menjadikan penderita fobia ketinggian lebih tenang dalam menghadapi kecemasannya ketika gejala muncul. Meski begitu, penggunaan obat-obatan ini harus mengikuti petunjuk dokter.

Jika fobia ketinggian yang Anda alami sudah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penaganan, karena tidak mungkin selamanya Anda bisa menghindari tempat-tempat yang tinggi, menyeberangi jembatan, atau naik pesawat untuk bepergian.

Tips Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Tips Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Stukhealth.net – Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko kesehatan global yang utama. Meningkatnya produksi makanan olahan, pesatnya urbanisasi dan gaya hidup tak sehat membuat Anda rentan terserang berbagai jenis gangguan kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Memulai gaya hidup sehat bisa menjauhkan Anda dari risiko-risiko kesehatan tersebut.

Gaya hidup sehat adalah komitmen jangka panjang dengan manfaat kesehatan yang menyeluruh bagi tubuh dan kehidupan Anda. Meningkatnya kesehatan tubuh, mental dan emosional akan turut meningkatkan kualitas hidup Anda serta membawa pengaruh positif bagi orang-orang di sekitar Anda.

Penerapan Gaya Hidup Sehat
Menerapkan gaya hidup sehat perlu disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, kondisi kesehatan, bahkan kebiasaan makan Anda. Hasilnya pun akan bervariasi, Anda tidak bisa menjalankan atau mengharapkan hasil perubahan gaya hidup yang sama dengan seseorang yang kondisi tubuh atau kesehatannya berbeda dengan Anda, misalnya mengikuti model atau aktor idola.

Berikut adalah beberapa cara memulai gaya hidup sehat yang bisa langsung Anda terapkan dan jadikan kebiasaan atau rutinitas baru.

• Mengetahui status kesehatan tubuh dan buatlah janji perawatan jika dibutuhkan.
Lakukanlah pemeriksaan tahunan (medical check up) yang mungkin belum pernah atau jarang sekali Anda lakukan dan periksa juga daftar vaksinasi yang wajib didapatkan. Beberapa jenis vaksinasi diberikan sebanyak lebih dari satu kali dengan jadwal khusus. Segera buat janji dengan dokter jika hasil pemeriksaan kesehatan rutin menunjukkan kelainan atau terdapat vaksinasi yang harus dilakukan.

Ketahui indeks massa tubuh (IMT) dan ukuran lingkar pinggang Anda untuk mengecek apakah terdapat faktor risiko penyakit, seperti obesitas. Anda bisa melakukan ini bersamaan dengan pemeriksaan rutin. Kenali juga tingkat aktivitas fisik Anda, misalnya berapa banyak aktivitas yang dilakukan dalam seminggu dan seperti apa intensitasnya. Dengan mengetahui kondisi fisik dan kesehatan tubuh Anda, Anda bisa menentukan langkah selanjutnya dari perubahan gaya hidup sehat yang sesuai untuk dilakukan. Diskusikanlah dengan dokter mengenai jenis aktivitas maupun pola makan yang dianjurkan bagi kondisi Anda.

• Membenahi diet atau pola makan dan menghentikan kebiasaan buruk.
Mulailah membuat catatan harian berisi daftar makanan apa saja yang Anda konsumsi setiap hari. Ya, itu termasuk gorengan yang Anda konsumsi sambil menunggu jadwal kereta, misalnya. Buatlah tanpa memiliki penilaian apa pun. Ingatlah, Anda melakukan ini untuk mengetahui apa saja yang perlu diubah dari pola makan yang lama. Anda tidak bisa beralih ke gaya hidup sehat jika tidak tahu apa saja kebiasaan lama yang perlu dihilangkan atau dipertahankan. Diskusikanlah bersama dokter dan seorang ahli gizi mengenai jenis, jumlah asupan makanan, dan tips pola makan lain yang Anda butuhkan.

Baca Juga : Manfaat Dari Jahe Bagi Kesehatan

• Perbanyak aktivitas fisik dan kelola stres.
Orang dewasa dianjurkan untuk menyisihkan setidaknya dua setengah jam per minggu untuk melakukan aktivitas aerobik (misalnya berjalan dan berlari) dengan intensitas sedang. Atau Anda bisa menyisihkan satu jam dan 15 menit dalam seminggu untuk melakukan aktivitas aerobik intensitas tinggi, ditambah aktivitas penguatan otot, seperti push-up dan sit-up, setidaknya dua hari dalam seminggu. Buatlah kalendar aktivitas fisik dan target mingguan yang fleksibel, realistis, dan menyenangkan.

Menjaga kesehatan mental juga termasuk ke dalam gaya hidup sehat. Selipkan aktivitas seperti yoga dan meditasi untuk mengatasi stres. Tentukan cara atau aktivitas yang bisa Anda lakukan ketika stres dan emosi menyerang, misalnya dengan berlari naik-turun tangga atau berdiam diri sejenak di dalam toilet untuk kembali fokus. Latihan pernapasan tidak hanya mengingatkan Anda untuk bersyukur namun juga mengevaluasi ulang perspektif dan keputusan yang perlu diambil. Ingatlah hal-hal positif yang terjadi dalam hidup dan Anda akan menyadari betapa banyaknya hal yang sudah Anda capai atau miliki.

• Perbaiki waktu tidur.
Buatlah jadwal tidur yang tetap. Usahakan gawai, komputer atau televisi Anda sudah mati setidaknya dua jam sebelum waktu tidur yang telah ditentukan. Olahraga berat sebelum tidur juga tidak dianjurkan. Anda bisa mandi air hangat dan minum secangkir teh untuk membuat badan dan pikiran menjadi rileks, sehingga membantu Anda lekas tidur. Jangan anggap remeh gangguan tidur, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai, jika tidur Anda bermasalah.

• Tingkatkan hubungan dengan orang di sekitar Anda.
Perubahan gaya hidup bukan sekadar diet dan olahraga saja, interaksi sosial dengan orang di sekitar Anda juga turut berkontribusi pada kesehatan mental dan emosi Anda. Anda tidak perlu harus menyamakan semua aspek kehidupan Anda dengan tetangga atau teman Anda, tapi Anda tetap perlu meluangkan waktu untuk bersosialisasi, baik itu secara virtual maupun bertatap muka. Meningkatkan hubungan dengan sesama akan memberikan rasa nyaman bagi masing-masing pihak. Namun, jika Anda merasa sulit bersosialisasi, atau jika Anda berada dalam hubungan yang tidak sehat, maka Anda perlu segera mencari pertolongan. Dokter akan membantu Anda mencari tahu sumber permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya.

Perbanyak juga melakukan aktivitas yang merangsang kreativitas otak bersama orang di sekitar Anda. Baiknya aktivitas ini dimulai sedari kecil dibarengi dengan pendidikan formal yang saling mendukung. Menurut para ahli saraf, melakukan aktivitas seperti ini akan lebih berpengaruh pada kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan dibanding permainan komputer yang dimainkan secara individu.

Walau sulit berpaling dari kebiasaan lama, Anda perlu menyadari bahwa dengan menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan yang baru, risiko terserang berbagai jenis penyakit pun akan ikut berkurang, termasuk penyakit kronis. Penampilan fisik bertambah baik, kesehatan mental terjaga, dan energi Anda meningkat.

Gaya hidup sehat juga memperbesar kesempatan Anda untuk hidup lebih panjang. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan berjalan kaki minimal selama 30 menit setiap hari dapat menurunkan risiko meninggal di usia dini secara signifikan. Jadi tunggu apa lagi? Jangan tunda terus mengubah pola hidup lama Anda ke gaya hidup sehat.

Manfaat Dari Jahe Bagi Kesehatan

Manfaat Dari Jahe Bagi Kesehatan

Stukhealth.net – Jahe merupakan tanaman herba yang kerap dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kondisi, mulai dari mual, batuk, nyeri sendi, hingga nyeri akibat terapi kanker. Namun jika ditinjau dari segi medis, setidaknya ada lima manfaat jahe yang baik bagi tubuh.

Jahe memiliki senyawa kimia yang dipercaya bisa bereaksi positif di dalam lambung dan usus hingga mampu mengurangi mual dan nyeri. Senyawa tersebut juga diduga bisa bekerja baik di otak dan sistem saraf guna meredam rasa mual. Di samping itu, masih banyak manfaat jahe untuk kesehatan yang bisa kita dapatkan.

Manfaat Jahe bagi Kesehatan Tubuh
Berikut lima kondisi yang diyakini dapat diatasi dengan mengonsumsi jahe:

1. Meredakan Pusing
Pusing bisa membuat Anda kehilangan keseimbangan, penglihatan seperti berkunang-kunang, dan mungkin disertai oleh mual. Gejala pusing yang diikuti mual diduga bisa diredakan dengan mengonsumsi jahe.

2. Mengurangi nyeri menstruasi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe bisa membantu mengurangi gejala nyeri menstruasi. Khasiat jahe sepertinya dapat disamakan dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat . Bagi wanita yang sering merasa nyeri saat menstruasi, bisa coba mengonsumsi ekstrak jahe sebanyak kurang lebih 500 – 2000 mg, selama tiga hari di awal menstruasi.

3. Mencegah morning sickness
Kondisi mual dan muntah akibat morning sickness kerap dialami oleh wanita di awal masa kehamilan. Untungnya, mual dapat dikurangi dengan mengonsumsi jahe. Namun ingat, ibu hamil tidak boleh sembarang mengonsumsi obat, termasuk herba dan obat-obatan tradisional. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi jahe.

Baca Juga : Apakah Mengonsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Mencegah COVID-19

4. Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah kondisi nyeri sendi atau kekakuan sendi yang disebabkan oleh cedera, obesitas, dan penuaan sendi. Menurut sejumlah penelitian, rasa sakit akibat kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi ekstrak jahe. Tidak hanya melalui mulut, pijat menggunakan minyak terapi yang mengandung jahe dan jeruk juga dapat mengurangi kekakuan sendi dan nyeri akibat osteoarthritis.

5. Mengurangi rasa mual dan muntah usai operasi
Mengonsumsi jahe satu jam sebelum operasi diduga bisa mengurangi rasa mual dan muntah selama 24 jam pasca operasi. Selain dikonsumsi melalui mulut, mengoleskan minyak jahe juga diduga bisa mencegah mual

Apakah Anda pernah mendengar klaim yang menyatakan bahwa jahe dapat mencegah mabuk darat dan laut? Menurut pengalaman beberapa orang, mengonsumsi jahe sebelum bepergian bisa membuat mereka merasa lebih baik. Tapi sayangnya efektivitas jahe dalam mengatasi mabuk darat dan laut belum dibuktikan kebenarannya secara medis. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan khasiatnya. Begitu pula dengan klaim manfaat jahe yang berkaitan dengan penurunan berat badan.

Perlu diperhatikan, ada beberapa kalangan yang harus berhati-hati atau sebaiknya tidak mengonsumsi jahe. Mereka adalah ibu hamil dan menyusui, penderita diabetes, penderita sakit jantung, serta orang yang memiliki gangguan pembekuan darah. Walau jahe diduga aman untuk dikonsumsi oleh kebanyakan orang, namun tetap ada efek samping ringan yang dapat ditimbulkan, seperti diare, rasa tidak nyaman di perut, dan nyeri ulu hati. Jika dioleskan pada kulit, kemungkinan jahe bisa menyebabkan iritasi.

Dari segi medis, manfaat jahe memang belum ada yang benar-benar terbukti efektif. Ada baiknya untuk mengonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi zat apa pun yang ditujukan untuk pengobatan, maupun sebagai pendamping pengobatan.

Apakah Mengonsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Mencegah COVID-19

Apakah Mengonsumsi Bawang Putih dan Jahe Bisa Mencegah COVID-19

Stukhealth.net – Penyakit COVID-19, termasuk pencegahan dan pengobatannya, tengah menjadi perbincangan yang marak di masyarakat. Akhir-akhir ini, bahkan muncul kabar bahwa jahe dan bawang putih bisa mencegah penularan penyakit ini. Lantas, apakah hal tersebut benar?

Hingga saat ini, COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 85 ribu orang dari berbagai negara. Gejala ringan yang disebabkan oleh virus ini bisa menyerupai gejala flu, seperti nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, batuk, dan demam.

Sejak ada 2 warga Indonesia yang dilaporkan positif terinfeksi virus Corona, muncul kekhawatiran mengenai penularan penyakit ini di Indonesia. Akibatnya, banyak orang mencari cara untuk melindungi diri dari infeksi ini. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi jahe dan bawang putih.

Bisakah Jahe dan Bawang Putih Menangkal COVID-19?
Bawang putih memang mengandung senyawa yang memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Bahkan, bumbu yang berbau khas ini dipercaya dapat meningkatkan kerja sel darah putih dalam memerangi virus penyebab batuk dan pilek.

Selain itu, rutin mengonsumsi beberapa siung bawang putih per hari juga dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah, serta menurunkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Walaupun begitu, belum ada bukti bahwa konsumsi bawang putih bisa mencegah COVID-19.

Baca Juga : Cara Atasi Nyeri Leher Akibat Terlalu Lama di Depan Komputer

Jahe mengandung senyawa aktif bernama gingerol yang diduga bisa melawan respiratory syncytial virus penyebab infeksi saluran pernapasan. Rempah yang memiliki rasa agak pedas ini juga terbukti memiliki efek antiradang dan antioksidan.

Penggunaan jahe pada ibu hamil telah terbukti dapat mengurangi mual. Selain itu, jahe juga diduga dapat mengurangi rasa nyeri pada radang sendi maupun menstruasi, serta meredakan dispepsia.

Namun, sama halnya dengan bawang putih, belum ada bukti bahwa jahe bisa mencegah atau mengatasi infeksi virus Corona.

Pencegahan COVID-19 yang paling efektif adalah dengan mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona, dan menjaga daya tahan tubuh.

Tidak ada salahnya jika kamu ingin mengonsumsi bawang putih dan jahe. Selain bisa meningkatkan daya tahan tubuh, kedua bumbu ini juga bisa menambah cita rasa makananmu.

Walaupun begitu, ingat bahwa bawang putih dan jahe belum terbukti dapat mencegah infeksi virus Corona, apalagi menyembuhkannya. Bila kamu mengalami gejala-gejala flu, seperti batuk, pilek, dan demam, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat, ya.

Cara Atasi Nyeri Leher Akibat Terlalu Lama di Depan Komputer

Cara Atasi Nyeri Leher Akibat Terlalu Lama di Depan Komputer

Stukhealth.net – Bagi kamu yang sehari-hari bekerja di depan komputer dalam waktu yang lama, nyeri leher mungkin tidak asing lagi. Kondisi ini tentunya dapat mengganggu kenyamanan. Yuk, cari tahu cara mengatasi dan mencegah yang bisa kamu lakukan.

Nyeri leher akibat terlalu lama berada di depan komputer biasanya dipicu oleh postur duduk yang kurang baik, kurangnya gerakan aktif pada otot leher, stres, kesalahan ketika menggerakkan leher, atau adanya cedera pada otot leher.

♦ Berbagai Cara Mengatasi Nyeri Leher
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi nyeri leher, yaitu:

➢ 1. Atur posisi duduk
Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi nyeri leher adalah mengatur posisi duduk saat bekerja. Jarak dudukmu dengan komputer tidak boleh terlalu jauh maupun terlalu dekat. Usahakan jarak mata dengan layar komputer kurang lebih satu lengan.

➢ 2. Lakukan peregangan otot leher
Pekerjaan yang menumpuk bukan alasan untuk terlalu fokus pada layar komputer dan tidak melakukan peregangan sama sekali, lho. Saat bekerja, sesekali kamu bisa melakukan peregangan otot leher untuk mengatasi leher yang nyeri.

➢ 3. Hindari stres
Tidak jarang pekerjaan yang sudah mendekati deadline atau perselisihan kecil dengan teman sekantor membuatmu stres. Nah, stres dapat meningkatkan risiko terjadinya ketegangan otot leher, sehingga menimbulkan nyeri leher.

Untuk menghindari stres di kantor, kamu bisa mendengarkan musik favorit, melakukan meditasi ringan, atau sekadar berjalan singkat di sekitar kantor.

➢ 4. Kompres dengan air dingin
Bila memungkinkan, kamu bisa mengompres bagian leher yang kaku dengan air dingin selama 20 menit. Kompres dingin bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri leher. Selain itu, kamu juga bisa mandi air hangat.

Baca Juga : Apakah Green Coffe Bermanfaat Untuk Kesehatan

➢ 5. Tidur yang berkualitas
Setelah lelah bekerja seharian, jangan lupa untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Selain bermanfaat untuk mengembalikan energi, mendapatkan tidur yang berkualitas juga bermanfaat untuk mengatasi nyeri leher.

Untuk mengatasi nyeri leher, kamu bisa tidur dengan posisi telentang atau miring ke salah satu sisi, dan topang leher dengan bantal. Kamu juga dianjurkan untuk mencukupi waktu tidur, setidaknya 6-8 jam tidur per harinya.

➢ 6. Konsumsi obat
Mengonsumsi obat pereda nyeri juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk meredakan sakit leher. Obat pereda nyeri leher yang bisa kamu konsumsi adalah paracetamol.

Namun jika rasa nyeri sudah merambat ke tangan, disertai dengan sakit kepala, atau sudah sangat mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

• Cara Mencegah Nyeri Leher
Setelah nyeri leher sembuh, kamu bisa mencegahnya terjadi kembali dengan beberapa cara mudah, yaitu melakukan gerakan ringan (berdiri di tempat, berjalan kaki, atau melakukan peregangan setiap 30 menit sekali), membatasi penggunaan telepon seluler (ponsel), dan melakukan peregangan otot leher setelah menggunakan ponsel.

Selain itu, hindari tidur dengan posisi tengkurap, karena dapat membuat otot leher menjadi tegang dan nyeri. Sebaiknya tidur dengan posisi miring ke salah satu sisi atau telentang.

Saat tidur, gunakan bantal hanya untuk memosisikan kepala sejajar dengan tubuh. Hindari menggunakan bantal yang terlalu tinggi karena akan membuat otot leher meregang sepanjang malam, sehingga leher bisa terasa nyeri saat bangun tidur.

Nyeri leher akibat terlalu lama di depan komputer dapat mengganggu kenyamanan, sekaligus mengurangi produktivitas kerjamu. Untuk mengatasi dan mecegahnya, lakukan cara-cara di atas ya. Bila nyeri leher tidak kunjung berkurang, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang sesuai.

Apakah Green Coffe Bermanfaat Untuk Kesehatan

Apakah Green Coffe Bermanfaat Untuk Kesehatan

Stukhealth.net – Banyak cara dilakukan penderita obesitas demi mengatasi masalah kelebihan berat badan. Selain pengobatan secara medis, terapi dan konsumsi obat-obatan herbal juga sering dipilih, termasuk penggunaan green coffee yang diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Biji green coffee bukan berarti biji dari kopi yang berwarna hijau, melainkan biji dari buah kopi yang belum dipanggang. Biji green coffee memiliki tingkat asam klorogenat (CGA) yang tinggi dan diklaim memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan berat badan.

• Penelitian Mengenai Green Coffee
Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa CGA bisa memberikan efek antidiabetes yang berkaitan dengan efek perbaikan resistensi insulin, efek antiobesitas yang ditunjukkan dengan adanya penurunan lingkar perut subyek, dan efek antilipidemia yang ditunjukkan oleh adanya penurunan kadar lemak darah.

Di samping itu, penelitian dengan memberikan CGA kepada hewan juga menunjukkan penurunan risiko terjadinya sejumlah penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan, seperti penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), penyakit hati, serta kanker.

Pada penelitian yang dilakukan pada manusia, pemberian ekstrak green coffee memberikan efek perbaikan pada orang dengan tekanan darah tinggi sistolik, resistensi insulin, dan obesitas di perut. Sebagai tambahan, pemberian ekstrak green coffe juga dapat menurunkan nafsu makan.

Meski begitu, hasil penelitian di atas masih perlu diuji lebih lanjut guna membuktikan manfaat green coffee untuk diet dan kesehatan tubuh, termasuk efektivitas, dosis yang optimal, serta tingkat keamanannya.

• Perbedaan Green Coffee dengan Kopi Biasa
Dalam proses pembuatannya, green coffee tidak melalui proses pemanggangan yang dapat merusak kandungan kimia yang bermanfaat bagi tubuh. Hal inilah yang membuat kandungan CGA di dalam green coffee lebih banyak daripada kopi biasa.

Menurut penelitian, sekitar 45–54% kandungan CGA kopi rusak jika dipanggang dengan suhu 230°C selama 12 menit. Selain itu, lebih dari 99% kandungan CGA kopi hilang jika dipanggang dengan suhu tinggi, misalnya pada City Roast dengan suhu 250°C dalam waktu 17 menit atau pada French Roast dengan suhu 250°C dalam waktu 21 menit.

Proses penyeduhan kopi juga memengaruhi kandungan CGA. Penelitian yang sama mengungkapkan bahwa kopi yang tidak disaring mempunyai kandungan CGA yang lebih banyak daripada kopi yang disaring. Selain itu, ditemukan juga bahwa jumlah ikatan kimia CGA pada kopi espresso lebih banyak daripada kopi yang disaring.

• Efek Samping Green Coffee
Meski memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan dan penurunan berat badan, green coffee juga berisiko menimbulkan efek samping. Seperti kopi pada umumnya, green coffee mengandung kafein yang dapat menyebabkan insomnia, gugup dan gelisah, sakit perut, mual, muntah, serta peningkatan denyut jantung dan laju pernapasan.

Agar aman, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin mengonsumsi green coffee sebagai suplemen pendamping program penurunan berat badan. Selain agar terhindar dari risiko efek samping, konsultasi dengan dokter dapat membuat program penurunan berat badan Anda lebih efektif.